Langsung ke konten utama
Dhefin Ardian Adhitama (26thn) : Dhefin CEO muda dunia diperusahaan AD.Corp yang bergerak dibidang real estate.Sifat tegasnya saat bekerja,tidak mandang umur jika orang itu melakukan kesalahan langsung memecatnya,dan dia dengan mudahnya memenangkan tender besar yg menguntungkan perusahaan,dengan tampang yg menawan dan kekayaan dhefin digilai perempuan diluar sana.dan sampai saat ini tidak ada berita bawha dia sedang berhubungan dengan wanita manapun,karena sifat dinginnya terhadap perempuan.



Kanaya Purinda Wijaya (23thn) : Aya anak kedua dari keluarga Wijaya,ayahnya CEO dari Wijaya Group perusahaan kontruksi terbesar yg sudah diakui oleh dunia.Aya gadis cantik bak model ini adalah anak yg mandiri tidak pernah bergantung pada kekayaan orangtuanya,sikap ramah dan inging bergaul dengan siapapun.Aya hanya menjalin hubungan satu kalo saat SMA dan hanya 6 bulanh saja,sampai saat ini masih tidak ada laki laki yg berlabuh dihatinya.



##

Dhefin terlihat serius membaca dokumen perjanjian yg ada ditangannya,sampai asissten pribadinya masuk dia tidak mengetahuinya "tuan sepuluh menit lagi rapat alan dimulai" dhefin berdiri dari kursi kebesarannya dan membenarkan letak jas mahalnya "baiklah kita pergi sekarang jos" ucapnya pada joshua sambil melangkah keluar menuju lift.

Ting

"Apa belum ada sekretaris pengganti jos?" tanyanya sambil menatapa lurus kedepan.

"Ada tuan,besok pukul 8 anda sendiri yang interview" jelas jos sambil melihat memo nya.

"Apa kau sudah melihat dulu sebelumnya? Aku tidak mau lagi kejadian seperti dulu dulu" ucapnya sambil melirik jos.

"Tenang tuan,dia berbeda dengan sekretaris anda sebelumnya saya jamin itu" jawab jos sambil tersenyum.

Ting

Lift terbuka,dhefin dan jos segera menuju ruang rapat karena ditunggu oleh para direksi perusahaan.

##

*Kanaya POV*

Aku sedang berada diruang keluarga bersama mama yg sedang asik menonton tv "ay,apa tidak sebaiknya kamu bekerja diperusahaan papa aja?" Ucap mama tanpa mengalihkan pandangannya.

"Tidak,mama tau sendirikan aku gak mau ngerepotin mama sama papa.aku mau hidup mandiri" aku menghela nafas panjang.

"Baiklah jika itu keinginanmu mama setuju.Kami besok mai interview dimana?" mama menghadapku.

"Di AD.Corp ma,itu perusahaan yang biasanya kerja sama dengan kita" jelasku.

"Ooh iya mama tau,papa dan kakak mu sering membicarakannya.mama denger ceo nya tegas dan agak galak tapi dia ceo paling muda didunia" mama membicarakannua dengan semangat dan aku hanya menganggukkan kepala.

"hemm mungkin ma,aku tidak tau akan hal itu.Ya sudah aku naik kekamar dulu ma" aku mencium pipi mamaku dan beranjak menuju kamarku dilantai dua.

Aku merebahkan tubuhku dikasur,besok adalah hari dimana aku akan melakukan interview di AD.Corp perusahaan besar yg sudah mendunia,tidak mudah untuk bekerja disana karena hanya orang dengan kepintaran diatas rata-rata saja,semoga aku bisa bekerja disana.Aku bisa saja bekerja diperusahaan papa tapi aku tidak ingin menjadi anak yg manja dan aku ingin menghasilkan uang dari kerja kerasku.Aku melirik jam dinakas dan ternyata sudah menunjukan jam 22.44,mataku sudah tidak sanggup lagi dan kuputuskan tidur.

Tidurku terusik karena sinar matahari yg menganggu,aku menarik selimut untuk menutupi tubuhku karena aku masih ngantuk.

"Non..bangun katanya ada interview jam 8,sekarang udah jam 7 non" itu suara siapa ganggu tidur aja.tapi tunggu jam 7 ?!!

"Apa jam 7 ?! Kenapa gak bangunjn dari tadi sih bi?" Aku langsung masuk kamar mandi dan bersiap.

Aku membenarkan letak higls ku dan menuruni tangga menuju ruang makan,dan disana sudah ada kedua orang tua ku serta kak bagas "pagi.." aku mencium mereka satu persatu dan mengambil roti isi yang sudah disiapkan.

"Aku berangkat dulu,ini udah telat" aku langsung menuju mobil dan melajukannya membelah ibu kota.

*Dhefin POV*

Aku memarkirkan mobilku dibasment dan segera menuju lift langsung ke kantorku dilantai paling atas.

Drrt Drrt

"Halo ma"

". . . . . . ."

"Iya ma dhefin pulang kalo gak sibuk"

". . . . . . . "

"Dhefin akan cari perempuan dhefin sendiri ma,gak usah dijodohin segala dhefin gak setuju"

". . . . . . . "

"Iyaa ma"

Huft selalu kayak gini,mama mencoba menjodohkan ku dengan anak temannya namun aku tolak karena merasa gak cocok.

Ting

Lift terbuka dan menampakkan jos yang menghampiriku "tuan,didalam sudah ada calon sekretaris anda" ucap jos sambil menyamakan langkahnya.

"Baiklah kau boleh pergi jos" aku memasuki ruanganku dan mendapati seorang gadis menunduk sedang memainkan hp nya di sofa.

"Maaf aku terlambat" ucapku dingin dan gadis itu mengalihkan pandangannya padaku,dan aku terpanah dengan kecantikannya tak terkecuali bibir indahnya itu.

"Iya tidak apa pak,saya juga baru datang"

"Pak..pak..kenapa bapak melamun?"

"Cantik"

*Dhefin POV*

"Cantik..."

"Apa yang bapak katakan?" Aku kembali dari lamunanku dan tidak sadar mengatakan apa tadi.

"Baiklah kita mulai interview nya" Aku langsung duduk dikursi kerjaku dan meraih dokumen dari gadis dihadapanku.

"Kau lulusan terbaik Oxford?" Tanyaku tanpa mengalihkan mataku dari dokumen.

"Iya pak, saya lulusan terbaik Oxford jurusan Bussines" jawabnya

Aku menaruh dokumennya dimeja dan beralih menatapnya "Apa alasan mu bekerja diperusahaan ku nona Kanaya?" Tanyaku tegas

"Saya bekerja disini mencari pengalaman yang luas, dan merasa tertantang karena ini perusahaan luar biasa menurut saya, dan saya akan bekerja dengan giat jika diterima" jelasnya dengan yakin

"Baiklah saya terima anda bekerja disini nona Kanaya, jadi mulai besok anda bisa bekerja menjadi sekretaris saya" aku berdiri dan menjabat tangannya, dia ikut berdiri dan membalas uluran tanganku. Ada perasaan hangat ditubuhku saat bersentuhan dengannya.

"Pak..." Aku tersadar dari lamunanku dan melepas tanganku darinya.

"Kalau begitu kamu bisa pergi dan mempersiapkan untuk besok, selamat bekerja nona Kanaya" Ucapku dengan senyum tipis.

"Baiklah pak, saya permisi" dia keluar dari ruanganku, tapi ada perasaan aneh saat punggungnya hilang dibalik pintu.

"Ada apa denganku? Kenapa aku bisa seperti ini" aku menggelengkan kepala dan langsung beralih kepekerjaanku yang sudah menunggu.

*Author POV*

"Cel, apa kita bisa bertemu dicafe biasa? Aku baru saja pulang dari interview" Aya menelfon salah satu sahabatnya Micel.

"......"

"Baiklah aku tunggu. Bye" Aya meletakkan hp nya di dhasboard dan kembali fokus pada jalanan.

Tidak begitu lama Aya sudah sampai di dalam cafe dan segera memanggil waiters.

"Satu Mochacino dan Grape Waffle nya" ucap Aya sambil melihat buku menu.

"Baiklah ditunggu pesanannya nona"

Aya mulai berkutat dengan hp nya dan iseng melihat akun media sosial miliknya, dan waiters datang lagi membawa pesananya.

"Hai Ay, maaf gue telat tadi masih mampir kekantor Vian dulu" tiba-tiba Micel datang dan langsung menyerobot minuman milik Aya.

"Isssshh lo kebiasaan banget deh Cel" Aya langsung menyaut minumannya yang tinggal setengah.

"Hehehe maaf Ay, haus sih" Micel hanya menyengir tanpa dosa.

"Cel akhirnya gue keterima kerja di AD.Group Cel!!" Aya setengah berteriak membuat pengunjung cafe melirik kearahnya.

"Beneran Ay?! Waah cita-cita lo kesampean akhirnya" Saut Micel dengan tawa dan memeluk Aya.

"Dan sepertinya gue akan sibuk Cel, soalnya gue langsung di tempatin jadi sekretaris CEO" Kelas Aya dengan nada malas.

"What?! Sekretatis CEO? Berarti lo bakal ketemu Dhefin tiap hari dong?"

"Dhefin? Sapa tu?"

"Astaga Aya sayangku, Dhefin Ardian Adhitama CEO muda AD.Group"

"Ooh gue gak tau, tapi thanks udah kasih tau gue" jawab Aya cuek.

"Lo mah kudet Ay, masa bos sendiri gak tau sih"

"Yuk Cel, lo mau gue anter pulanh gak?" Aya berdiri melangkah meninggalkan Micel.

"Tungguin napa Ay" Micel mengejar Aya yang sudah akan memasuki mobilnya.

###

Masih jam 7.30 tapi Aya sudah berada dikantor, Aya takut terlambat jadi dia datang pagi. Aya mulao berkutat dengan berkas yang akan dia serahkan pada atasannya.

"Kau sudah datang?" Aya mendongakkan kepalanya dan mendapati atasannya sudah berada didepannya.

"Iya pak saya datang pagi dan mulai megerjakan berkas berkas ini" Jawab Aya sambil berdiri.

"Baiklah lanjutkan pekerjaanmu" Dhefin meninggalkan Aya menuju ruangannya.

Setelah selesai menyelesaikan berkas nya Aya beranjak dari mejanya menuju ruangan Dhefin. Tokk Tokk "Masuk" sahutan dari dalam membuat Aya memasuki ruangan Dhefin "Permisi pak, ini berkas yang harus anda tanda tangani"

"Hem, taruh saja dimeja" Dhefin melirik Aya sebentar dan kembali berkutat dengan Laptopnya.

"Baiklah pak. Oh iya pak, setelah makan siang anda ada rapat dengan Heaton Company dan jam tiga ada rapat dengan dewan direksi pak" Jelas Aya sambil melihat  tab yang ada ditangannya.

"Aku akan mengingatnya, kau boleh kembali" 

"Baik pak, saya permisi" belum sempat Aya membuka knop pintu.

"Aya nanti temani aku makan siang" Aya membalik badannya menghadap Dhefin.

"Tapi pak.."

"Tidak ada penolakan" Nada tegas keluat dari mulut Dhefin, Aya hanya menganggukan kepala dan segera menuju kembali ke mejanya.


Continue...

Komentar